Menjadi perencana keuangan sendiri! Kenapa tidak?

Ya …!!! Bisa dong!  Ortu telah ngajarin kita menjadi perencana keuangan sendiri! Percaya? Ingat waktu di SD dulu kita dikasih jajan 100 rupiah setiap hari, nggak sekalian buat 5 harikan (contoh aja)! Mau disimpan atau dihabiskan, kita putusin sendirikan!

Andaikan sekolah ditempat lain, biasanya uang dikirim sekali sebulan, 6 bulan atau malah sekali setahun. Yang ngatur berapa untuk uang sekolah, transport, beli buku, jajan, nonton de-el-el, kitakan! Cukup atau nggaknya akan tergantung bagaimana kita mengelolanyakan? Cara mengelola uang masuk dan keluar itu yang dikatakan cashflow. Cashflow positif artinya ada kelebihan uang dan negatif jika tidak cukup. Gampangkan!

Kondisi kini

Nah, bagi yang bekerja dan sudah punya gaji. Bagaimana cashflow anda? Akankah 30% hanya buat bayar kost atau cicilan KPR? Saya yakin, anda pasti sudah tahu caranya. Bisa jadi 40% habis buat sehari-hari buat life style- gaya-gayaan, 10% transport dan 10 % lagi buat bantu adik-adik atau ortu. Sisa yang 10% buat ditabung. Kira-kira begitukan? Saya yakin semua sudah punya. Trus, bagaimana yang dikatakan “perencana keuangan professional” itu?

Ok, prinsipnya nggak jauh beda bangatlah. Mereka bekerja berlandaskan ilmu yang terstruktur, lebih luas dan lebih mendalam. Mereka lebih “unggul” dalam melihat dan menganalisa permasalahan.

Lihat analisa pengeluaran 30% untuk bayar cicilan KPR dalam contoh diatas? KPR itu jelas hutang! 30% merupakan batas maksimal dalam berhutang. Kalau lebih besar dari angka itu dan terjadi krisis, keuangan kita bisa jebol. Sangat berbahaya sekali! Tabungan sebesar 10% bisa buat dana darurat. Dana semacam ini sangat bermanfaat, terutama untuk kejadian yang tiba-tiba. Sisa 60% dapat digunakan untuk keperluan sehari-hari, seperti biaya rumah tangga 40%, termasuk untuk gayaan “ngafe”, 10% transport dan 10% untuk di-investasi-kan. Semestinya 10% yang terakhir yang harus diperbesar karena dana ini untuk biaya sekolah anak-anak nantinya.

Dan dana 10% yang di-investasi-kan ini juga yang akan dipakai untuk hidup enak dikemudian hari. Yang 10%  ini semestinya menjadi fokus utama. Model investasinya harus dianalisa lebih dalam dan tajam. Analisa modelnya, jenis dan ragamnya, indikator lainya, masihkah investasinya bisa ditingkatkan? Kalau perlu tingkatkan anggarannya.

Nah faktanya? Jangan nyerah duluan? Jangan bilang nggak mungkin, nggak sanggup? Olalala. Kitakan punya impian, keinginan dan itu semestinya diwujudkan. Berharap memperoleh hasil optimal, harus berbuat apa? Jawab sendiri, harus apa? Nabung di bankkah?

Perencanaan keuangan

Rata-rata perencana keuangan bekerja dengan trik:

    • Pertama, kumpulkan dan catat semua pendapatan atau income,
    • Cek seluruh kekayaan,
    • Cek cashflow dan cek hutang

Bila cashflow negatif harus dicari tahu kenapanya dan kemudian dicarikan trik sehingga cashflow berubah ke-positif. Kalau mungkin nilai positifnya sampai 20%. Setelah itu cek hutang. Baru setelah itu kelangkah ini:

    1. Analisa kebutuhan asuransi jiwa dan kesehatan. Perlu atau tidak, jenis yang mana dan kategori apa?
    1. Perkirakan jumlah dana darurat,
    • Cek risk profile. Hasil pengecekan ini dipakai untuk mencarikan mdel investasi mana yang cocok.
    • Rumuskan tujuan,
    • Hitung anggaran setiap tujuan,
    • Perkirakan jumlah perolehan investasi saat dibutuhkan,
    • Sarankan model investasi sesuai dengan dana.

Jadi kita telah menjadi perencana keuangan kalau mengerti dan memahani trik diatas. Betulkah? Lihat ilustrasi berikut ini. Andaikan kita mengajukan KPR. Bank akan memberikan ilustrasi KPR, yang mencakup suku bunga, jangka waktu, biaya admin dan lain-lain. Kalau tidak paham, kita harus cari tahu. Ada quesioner tentang risk profile, ada ketentuan hutang maksimum 30%. Dari penjelasan itu kita peroleh print-out simulasi KPR. Kalau setuju, bank akan print-kan yang betulnya dan kita diminta tanda tangan. Begitu khan.

Bagi perencana keuangan mungkin tidak perlu ke bank dulu. Lebih baik dibuat analisa sendiri. Dibuat simulasi KPR, dikalkulasi besar kredit, besar angsuran, DP, suku bunga, cicilan dan analisa waktu yang tepat memulai KPR. Bisa jadi simulasi dibuat terbalik. Tentukan jangka waktu KPR ditawarkan. Cari bank yang bisa kasih kredit 20 tahun, 25 atau 30 tahun. Pilih tawaran yang 30 tahun. Apakah lebih menguntungkan? Kenapa?

Lain lagi caranya untuk kredit mobil atau motor? Jadi sebetulnya anda bisa jadi perencana keuangankan?  Ayo!  Segitu dulu. Nanti dilanjutkan…
Salam investasi dari kami ICEO KeuanganKu.

Advertisements

Perencana Keuangan Keluarga muda, yang selalu berjiwa muda .............

Tagged with:
Posted in Selayang planner keuangan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

September 2015
M T W T F S S
    Oct »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
Follow me on Twitter
%d bloggers like this: