Benar beginikah perencanaan keuangan itu?

Bisa dikatakan perencanaan keuangan atau Financial planning itu suatu teknik bagaimana mengelola keuangan agar yang kita cita-citakan bisa tercapai. Perencanaan yang baik menganut tiga prinsip utama, meliputi manajemen cashflow/ arus kas, optimalisasi asuransi/proteksi, dan investasi. Dengan prinsip ini, anda tidak usah bermimpi cepat menjadi kaya tetapi yang PENTING keuangan anda sehat.

Beginikah prinsip yang baik itu?

  1. Mengatur arus kas atau cashflow. Analisa seluruh uang keluar dan masuk setiap bulannya. Jangan biarkan minus artinya jumlah uang yang keluar lebih besar dari yang anda terima. Kalau terjadi, kaji dan cari tahu apa penyebabnya, kemudian cari jalan keluar untuk menyelesaian persoalan itu. Kalau anda sebagai perencana keuangan yang benar tentunya akan berusaha mencarikan cara terbaik yang memungkinkan untuk dipakai agar cara pengaturan nantinya menjadi lebih baik. Hasil analisa itu akan dapat anda lihat dan rasakan pada bulan-bulan berikutnya. Seharusnya setelah itu anda mampu menabung dan berinvestasi.
  2. Hutang. Yang ini harus menjadi perhatian utama anda. Bukan berarti anda tidak boleh berhutang. Ada 2 kategori hutang, ada yang bersifat konsumtif dan ada yang bersifat produktif. KPR merupakan hutang produktif dan ini dibolehkan. Jenis ke dua adalah utang konsumtif. Jenis yang ini harus dikontrol secara serius. Sebisa mungkin berusahalah menghindari hutang ini. Kebiasaan membeli hp baru dengan cara  berhutang merupakan contohnya.
  3. Dana darurat. Dana yang baru boleh anda pakai kalau terjadi keadaan yang tidak normal alias darurat. PHK, sakit yang harus dirawat, bencana alam merupakan contoh keadaan  yang membutuhkan dana darurat. Jumlah dananya akan sangat tergantung ke anda.
    • Kalau anda singel maka dana darurat anda sekitar  3 sampai 6 bulan pengeluaran bulanan.
    • Bagi yang punya tanggungan maka dana darurat yang dibutuhkan berkisar 9 sampai 12 bulan pengeluaran.
    • Dana itu haruslah berupa dana standby yang dapat digunakan sewaktu-waktu. Cara mengelola dana darurat yang paling baik adalah menyimpan dalam bentuk cash dirumah atau diinvestasikan tetapi dapat diuangkan dalam waktu singkat semisal deposito, tabungan yang punya ATM atau emas.
  4. Proteksi: meliputi asuransi kesehatan, jiwa dan kerugian. 
    • Asuransi kesehatan, wajib dimiliki mulai bayi sampai orang yang sudah tua. Kenapa? Karena biaya kesehatan itu semakin hari semakin mahal. Untungnya, ada program BPJS kesehatan dari pemerintah, walaupun belum maksimal. Kalau belum punya BPJS kesehatan, segera uruslah!
    • Asuransi Jiwa. Yang ini tidak wajib. Dia menjadi wajib kalau anda mempunyai tanggungan maksudnya ada orang lain yang hidupnya tergantung ke anda. Anda wajib punya asuransi jiwa sehingga jika anda meninggal dunia maka orang yang anda tanggung masih dapat hidup seperti keadaan sebelum anda meninggal dunia. Kriterianya:
      • Bujangan tidak butuh asuransi jiwa.
      • Anda bujangan tetapi ada orang lain yang hidupnya tergantung ke-anda, maka wajib anda punya asuransi jiwa
      • Anda berkeluarga dan punya tanggungan.
        • Besar kebutuhan asuransi jiwa atau uang pertangungan (UP), dihitung dengan rumus:
          • Kebutuhan bulananan (kb) dikali 12 (jumlah bulan dalam setahun) dikali njumlah tahun yang diperlukan sampai anak terkecil selesai kuliah S1 atau mandiri  atau
            • kb x  12 x nth.
        • Asuransi kerugian untuk melindungi harta dan kekayaan anda dari kerugian yang mungkin terjadi. Seperti asuransi kebakaran, asuransi mobil, dan lain2.
  5. Investasi. Ini bukan asuransi. Hindari membeli asuransi yang ada investasinya karena tidak optimal. Hidarilah investasi bodong, investasi yang tidak masuk akal. Buat dengan jelas tujuan anda berinvestasi dan berinvestasi  pada instrumen investasi yang diakui OJK/pemerintah.
  6. Perencanaan warisan atau estate planning. Berguna untuk menghindari kemungkinan terjadinya pertengkaran diantara kakak adik bersaudara dan para ahli waris yang lain ketika memperebutkan warisan. Dengan adanya perencanaan warisan ini maka ketika anak-anak yang ditinggalkan ke dua orang tuanya masih kecil-kecil alias dibawah umur, walinya mengelola harta tersebut yang akan dipergunakan untuk kepentingan anak-anak sampai dewasa. Pengaturannya mengikuti:
    1. UU perdata. Pembagian harta warisan kita mengikuti:
      • Hukum agama (Islam)
      • Hukum adat
      • Hukum perdata
    2. Wasiat. Suatu cara yang dipakai agar kalau meninggal dunia harta yang kita miliki dikuasai oleh anak-anak dan orang yang kita cintai.
  7. Perjanjian pranikah. Perjanjian ini melindungi harta bawaan masing-masing calon yang didapat sebelum menikah, termasuk pengaturan pembagian kewajiban dan tanggung jawab antara kedua belah pihak setelah menikah. Adanya perjanjian ini akan melindungi salah satu pihak dari tuntutan pihak ketiga disebabkan kebangkrutan yang mungkin terjadi nanti karena kebangkrutan usaha sehingga keluarga terhindar kebangkrutan total.
Advertisements

Perencana Keuangan Keluarga muda, yang selalu berjiwa muda .............

Tagged with: ,
Posted in Perencanaan Keuangan, Selayang planner keuangan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

July 2016
M T W T F S S
« Apr   Aug »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
Follow me on Twitter
%d bloggers like this: